Posts

Showing posts with the label mystory

Berada Di Titik Nol Sabang

Image
Anak-anakku sudah sangat akrab dengan lagu Dari Sabang Sampai Merauke. Lagu ciptaan R. Suharjo ini memberi gambaran singkat Indonesia itu seperti apa. Anak-anak jadi terpantik membuka atlas, mencari di mana Sabang dan di mana Merauke.  Semasa sekolah aku merasa Sabang itu sebuah tempat yang jauh, tempat yang hanya kuketahui lewat lagu dan peta. Tidak punya bayangan tempat seperti apa itu. Kemudian berbagai informasi dengan tidak sengaja terbaca mengenai Sabang. Di situ ada tugu nol kilometer sebagai penanda ujung paling barat Indonesia. Di situ juga ada pantai yang indah dan jernih. Saking jernihnya kita bisa melihat ikan-ikan berenang di dalamnya.  Kami ingin ke sana tapi bayanganku tempat itu hanya dapat dijangkau dengan pesawat. Kami pun merencanakan perjalanan via udara. Tapi setelah mengecek harga tiket, ternyata lumayan juga harganya untuk lima orang.  Kenapa tidak lewat darat saja? Begitulah kami kemudian memutuskan ke Sabang menggunakan mobil. Memang kami sudah se...

Adiksi & Minimalisme Digital

Kabar bahwa Steve Job, sebagai pendiri Apple, justru melarang anak-anaknya menggunakan Ipad sudah sering terdengar. Bukan hanya dia, banyak orang-orang yang besar di bidang teknologi malah membatasi diri dan anak-anaknya menggunakan produk teknologi.  Mereka sadar teknologi tidak sepenuhnya memberi manfaat sehingga penggunaanya harus dibatasi.  Teknologi terkini yang hampir setiap orang miliki adalah smartphone . Di dalamnya beragam aplikasi tersedia, baik yang memudahkan hidup maupun sebagai hiburan.  Tentu saja kita tidak bisa memungkiri bahwa hidup ini banyak terbantu karena adanya berbagai aplikasi di hape. Tapi fakta lain juga bicara bahwa banyak orang kini kecanduan digital.  Seseorang bisa disebut candu jika dia tidak bisa menyuruh dirinya berhenti dalam jangka waktu yang lama menyebabkan tugas-tugas lainnya terganggu. Dia juga akan merasa menderita ketika tidak menggunakannya. Ini terjadi karena sumber kesenangannya hilang. Dia akan mencari dan berupaya menda...

Melatihkan Habit of Attention Pada Anak-anak Di Bawah 6 Tahun

Rentang atensi anak-anak sangat rendah oleh karena itu orangtua sebaiknya melatihkan kebiasaan fokus sejak dini.  Anak kecil biasanya dengan mudah nge- flow dalam melakukan sesuatu jika dia meminatinya. Jika anak sudah mengambil satu mainan dan asyik memainkannya orangtua jangan menginterupsi dengan menawarkan mainan lain, bahkan jika anak terlihat mulai mengalihkan fokus kepada hal lain, lakukan sesuatu agar fokusnya kembali kepada mainan sebelumnya. Ini membantu anak terbiasa fokus menggarap satu hal dalam rentang waktu yang lebih lama.  Agar anak menemukan apa yang dia minati, orangtua perlu memberi kebebasan kepada anak untuk menentukan sendiri kegiatannya. Orangtua berjarak tapi tetap memperhatikan dari jauh kalau-kalau anak butuh bantuan. Tidak perlu membuatkan anak jadwal kegiatan yang kaku dan jangan terlalu banyak melarang.  Ketika melihat gawai anak-anak terlihat fokus tapi sebetulnya otak mereka sedang pasif. Berbeda jika mereka fokus bermain sesuatu yang nyat...

Menyegarkan Atensi

Atensi butuh energi. Sama seperti otot akan merasa kelelahan jika terus menerus mengangkat beban berat, otak juga akan kelelahan jika terus menerus fokus. Apalagi jika fokus kita sering diinterupsi. Setiap kali fokus teralihkan oleh distraksi lalu kembali lagi ke tugas sebelumnya, otak memerlukan energi lebih banyak dibanding fokus mendalam pada satu tugas dalam durasi waktu tertentu. Oleh karena itu, menjauhkan segala bentuk distraksi sangat penting agar energi tidak terkuras habis padahal garapan tidak terselesaikan dengan baik.  Meski begitu, rentang fokus kita memang terbatas. Seorang yang menekuni satu bidang seperti atlet dan seniman bisa fokus hingga 4 jam tanpa henti, sedangkan orang biasa maksimal fokusnya 1 jam saja. Memaksa diri terus bekerja bertentangan dengan pembentukan habit of attention . Jika ingin tetap produktif justru kerja harus diimbangi dengan istirahat.  Kita membutuhkan istirahat berkala yakni setiap 1 jam setelah fokus mendalam, dengan mengambil jeda...

Melatih Fokus Mendalam

Menyetir awalnya pekerjaan yang menegangkan untukku. Aku masih bisa merasakan bagaimana tegangnya aku ketika menyetir terutama di jalan raya. Leher terasa sakit, tangan dingin, tapi tubuh berkeringat dan kaki kaku saking groginya. Tapi sekarang aku sudah sangat rileks bahkan bisa sambil ngobrol, bercanda dan nyanyi-nyanyi sama anak-anak.  Mengapa terjadi ketegangan dan kekakuan ketika melakukan sesuatu yang baru?  Ini bisa dijelaskan lewat cara kerja otak kita. Ketika memulai satu kebiasaan baru, sistem syaraf di otak yang mengatur kebiasaan tersebut masih seperti hutan belantara dan tidak tampak jalan tempat kebiasaan tersebut melintas. Setiap kali kebiasaan ini diulangi semak belukar dan pepohonan mulai diterabas sedikit demi sedikit. Semakin sering dilakukan maka jalan semakin jelas terbentuk dan menetap. Di situlah kebiasaan bisa dilakukan dengan rileks karena jalannya sudah terbentang jelas.  Proses pembentukan jalur kebiasaan di otak juga tergantung pada seberapa be...

Jejak-Jejak di Gunung Sibayak

Image
Seorang pendaki profesional, Reinhold Messner yang telah melakukan pendakian ke berbagai puncak tertinggi di dunia mengungkapkan bahwa tujuan utamanya mendaki bukan untuk menikmati alam tapi mempertemukan dirinya berhadapan dengan gunung itu sendiri, menguji seberapa kuat dirinya menaklukkan ketinggian gunung. Dengan idealismenya, Reinhold pernah dan berhasil mendaki puncak Everest tanpa bantuan tabung oksigen. Reinhold punya kisah pendakian, kami juga punya kisah pendakian.   Pendakian yang tak seberapa jika dibandingkan Reinhold tapi pengalaman yang pertama dan luar biasa bagi kami. Ketinggian gunung Sibayak kurang lebih 2.200 m. Ini tentu diukur dari permukaan laut. Mobil dari Medan terus merangkang naik menuju Brastagi, entah sudah berapa meter itu ketinggiannya. Dari Brastagi, kami masih menggunakan mobil menuju pos jaga. Di situ mobil di parkir, tiket masuk untuk empat orang ditambah uang parkir Rp 60.000 dibayarkan ke petugas. Ada buku tamu yang mesti diisi juga. Jadi pe...

Bersikap Bodo Amat

Suamiku sudah siap pergi ke kantor. Hari ini libur sebetulnya tapi dia punya jadwal mengajar. Dia memilih kaos olahraga berbahan polyester berpadu dengan celana jeans. Kupikir kaos itu hanya akan dipakai di rumah atau bepergian, bukan untuk acara formal apalagi ke kantor. Jadi  aku tidak menyetrikanya, kulipat saja dan kutaruh di tumpukan baju-bajunya. "Loh, pake kaos ini. Tapi ini gak disetrika loo." "Gak apa-apa, paling juga orang bilang. Ishhh, bajunya keriting. Cemana ini istrinya."  "Ya udahlah. Aku udah bangun tembok kok di mukaku jadi bodo amat. Hidup ini makin tenang loh kalau bisa cuek. Hahahaha" Suamiku menimpali lagi, "Ngapain sibuk mikirin apa kata orang. Inilah yang membuat hidup banyak orang berhuru-hara. Terlalu sibuk mengurusi apa kata orang." Pembicaraan kami di suatu pagi yang semakin menguatkanku untuk tidak usah menyetrika pakaian kecuali pakaian kerja suami. :P Memang belakangan aku merasa hidupku semakin mudah dengan tidak t...

Menikmati Danau Toba dari Tuktuk Samosir

Image
Danau Toba itu luas. Kurang lebih 5 kali luas kota Medan lah. Yang punya juga 7 kabupaten, yaitu; Karo, Toba Samosir, Samosir, Humbahas, Tapanuli Utara, Dairi dan Simalungun. Jadi menikmati danau Toba bisa dari banyak tempat. Sudah banyak objek-objek wisata yang dikembangkan di masing-masing kabupaten ini. Tinggal pilih sesuai selera dan kemampuan saja.

Janji

Di depan rumah ada sedikit tumpukan pecahan batu bata dan keramik hasil bersih-bersih halaman tempo hari. Mau diangkut sendiri, berat. Jadi aku minta tolong tukang sampah komplek untuk mengangkutnya. Aku tanya biayanya berapa, katanya terserah saja. Beliau tugasnya mengangkut sampah domestik jadi kalau ada sampah di luar itu musti ada bayaran tambahan. Gak bisa cuman makasi!

Bapak

Image
 Foto dari  Sini Sejak SMP kelas tiga aku sudah ngekost. Jadi setiap awal bulan, sekitar tanggal 4-6, sehari setelah gajian, bapak akan datang mengantar uang belanja. Jika bertepatan hari kerja maka bapak akan datang ke sekolah, jika hari minggu, bapak datang ke tempat kost.

Anakku Berharga

"Selamat ya, udah tambah kaya kalian", ucap seseorang pada kami pada saat kelahiran anak kedua. Kaya apa ini? Harusnya tambah anak tambah pengeluaran ya. Tapi ada yang bilang, banyak anak banyak rejeki. Ada benarnya juga sih. Belum lama setelah anak kedua lahir, suami pulang kantor bawa amplop berisi Surat Keren (SK) yang membuat hidungku kembang kempis. :P Tapi lebih dari itu, aku memahami maksudnya bukan kaya materi tapi kekayaan yang tak ternilai oleh uang. Marhoi hoi pe au inang da,  tu dolok tu toruan. M angalului ngolu ngolu na boi parbodarian. A sal ma sahat gellengki da sai sahat tu tujuan. A nakhonki do hamoraon di au. Lagu Batak yang menceritakan kerelaan orang tua bersusah payah mencari uang demi menyekolahkan anaknya karena anaknya sangat berharga. Bukan cuma di suku Batak sih ya, anak adalah harta yang sangat berharga. Demi apa coba rela kerja keras  dari pagi sampai malam? Ya tentu saja biar semua kebutuhan anak terpenuhi. Bikin asuransi pendidikan b...

Agar Sukes Menyusui ala Mamak Etha

Image
Ketika hamil anak pertama, aku sudah bertekad bahwa kelak aku akan menyusui anakku. Ya udah baca sih bahwa ASI adalah makanan pertama bayi yang terbaik, imunitasnya bakalan bagus, terbentuk bonding yg kuat antara ibu & anak ,dsb. Tapi bukan itu yang utama membuatku bertekad utk menyusui.

The Hill Hotel and Resort Sibolangit Wisata Alam di Dekat Medan

Image
Delapan tahun yang lalu, kala itu kami masih pacaran dan juga pengacara (pengangguran banyak acara :P), bersama beberapa teman mengunjungi Hill Park Sibolangit. Disitulah aku naik roller coaster untuk pertama kalinya dan langsung tobat, tidak akan naik yang begituan lagi. Hahaha

Perceraian

Image
Di waktu yang bersamaan mendengar dua kabar perceraian. Pertama dari sosok yang sangat aku kagumi dan yang kedua dari teman dekatku. Yang pertama sudah menikah 21 tahun dengan 3 anak. Entah apa masalahnya. Hingga saat ini rasanya belum percaya dengan kabar tersebut. Aku mengenalnya sebagai sosok yang bertanggungjawab dan penuh kasih terhadap orang lain. Bagaimana mungkin dia hendak menceraikan istri yang selama ini bersama-sama dengan dia melewati berbagai masalah hidup. Keluarga yang selalu dibawa ke ruang publik sebagai keluarga yang harmonis dan kuat kini sedang dihempas badai dan terancam karam.

Resolusi 2018

Karena berdekatan, jadi resolusi tahun baru sekalian saja dengan refleksi ulang tahun. Banyak hal yang aku syukuri di tahun yang lalu. Yang paling utama tentu saja kehadiran Abe. Sekarang kami sudah berempat. Makin rame. Tanggung jawab juga semakin besar. makin rempong juga menjalani hari-hari. Eh postingan bukan mau curhat-curhatan tentang kerempongan mom of two , tapi menulis resolusi satu tahun ke depan.

Curhat 2 Tahun Etha

Image
Saya bukanlah tipe ibu-ibu yang bisa mengingat dengan detail milestone anak saya. Sudah tak bisa mengingat, mencatatpun saya malas. Dulu ingin rasanya menuliskan setiap perkembangannya di blog ini tapi waktu berlalu tak segurat kalimatpun tertoreh tentang perkembangannya, hingga kini dia berusia dua tahun dan tentu saja dia sudah cakap melakukan banyak hal. Walau tak ingat lagi pada bulan ke berapa dia bisa ini dan itu namun kesan di setiap kemajuannya masih terkenang. Kesan-kesan itulah yang ingin saya tuliskan disini.

Seminggu di Bali Sungguh Aku Ingin Kembali Part IV (Pantai Green Bowl & Pantai Pandawa)

Image
Setengah tidur, setengah bangun aku mendengar bapak Etha bicara. "Besok kita ke Pantai Green Bowl aja ya. Tempatnya masih sepi. Cuma agak jauh turun ke bawah, 300 anak tangga". "Oke", jawabku enteng, lalu tertidur pulas. Setelah sarapan di hotel kami pun berangkat. Karena tujuannnya main di pantai, jadi engga pakai mandi. Pantai Green Bowl berada searah dengan GWK, yaitu daerah Kuta Selatan. Setelah melewati Universitas Udayana, Green Bowl belok kiri sedangkan ke GWK belok ke kanan. Jalan menuju pantai ini cenderung sepi seperti hendak memasuki kawasan hutan. Saya sempat melihat patung GWK yang sedang dalam pembangunan itu dari jalan yang kami lintasi. Akses keluar-masuk proyek sepertinya dari jalan ini.

Seminggu di Bali Sungguh Aku Ingin Kembali Part III (Pura Tanah Lot & Pura Taman Ayun)

Image
Tidak seperti dua hari sebelumnya, kali ini perjalanan kami ditemani terik matahari yang luar biasa panas. Oh iya, selama di Bali, kami kemana-mana menggunakan motor. Walau terik tapi semangat untuk berpetualang tak boleh surut. Dengan mantap kami berangkat ke Pura Tanah Lot.

Seminggu di Bali Sungguh Aku Ingin Kembali Part II (Sanur, DMZ dan Kuta)

Image
Pagi bagiku biasanya bangun, saat teduh, cepat-cepat memasak untuk bekal makan siang bapak Etha, membuat jus dan buah potong untuk sarapan. Kalau Etha bangun sebelum ini semua beres, maka pekerjaan ini akan diwarnai suara riuh rengekan minta nenen, tang ting tung suara panci yang dimainin, ganti celana yang dipipisin, dan seterusnya dan seterusnya. Hehehehe.

Seminggu di Bali Sungguh Aku Ingin Kembali Part I (Monumen Bom Bali, GWK & Uluwatu)

Image
Mentari belum lagi bangun dari tidurnya, kami sudah bergegas menuju bandara dengan mobil travel seharga 120rb. Ini jauh lebih hemat dibandingkan taksi biru ataupun mobil online. Karena belum sarapan dari rumah, kamipun memanfaatkan fasilitas kartu kredit untuk nongkrong cantik sambil makan-makan. Nah, nongkrong cantik ini hanyalah angan-angan belaka. Persis di sebelah lounge tempat kami sarapan ada playground yang menggoda si bocah cilik kami. Baru saja mulai makan, dia sudah teriak-teriak "luncuran, luncuran, luncuran". Jadilah makan ala kadarnya dan selanjutnya jadi bodyguard cantik di playground sampai waktu boarding tiba.